Bacaan Talqin Mayit Arab: [portable]

Mayoritas ulama dari mazhab Syafi'i dan mazhab Hanbali (serta sebagian ulama Maliki) memandang amalan talqin setelah penguburan sebagai hal yang atau mustahab (dianjurkan). Dasar argumen kelompok ini antara lain:

Mayoritas ulama dari mazhab Syafi'i dan Hanafi menilai hukum membaca talqin setelah pemakaman adalah (anjuran mulia). Amalan ini berfungsi sebagai pengingat terakhir bagi si mayit sekaligus nasihat spiritual bagi para peziarah yang hadir untuk mengingat kematian. Bacaan Talqin Mayit (Teks Arab, Latin, dan Arti)

Lafadz "Fulaan bin Fulaan" harus diganti dengan nama asli mayit dan nama ayahnya. Misal: Yaa Ahmad bin Abdullah .

Bacaan Talqin Mayit dalam Arab, Latin, dan Artinya - detikcom

Dalam praktiknya, bacaan talqin terdiri dari dua bagian utama. Bagian pertama berisi kalimat-kedahsyatan Allah, dan bagian kedua adalah nasihat langsung yang diserukan kepada almarhum/almarhumah. bacaan talqin mayit arab

Biasanya dimulai dengan pengingat tentang kematian dan ketauhidan kepada Allah.

إِذَا أَتَاكِ الْمَلَكَانِ الْمُوَكَّلَانِ بِكِ، فَلَا يُفْزِعَاكِ وَلَا يُرْهِبَاكِ، وَقُلِي لَهُمَا: اللهُ رَبِّي، وَمُحَمَّدٌ نَبِيِّي، وَالْإِسْلَامُ دِيْنِي. اللهُ يُثَبِّتُكِ بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ.

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ دَائِمٌ لَا يَمُوْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Idzâ atâkal malakânil muwakkalâni bika wa bi-amtsâlika falâ yurwI‘âka walâ yuhwilâka, fa-innahumâ khalqun min khalqillâhi ta‘âlâ. Fa-idzâ sa’alâka: Man rabbuka? Wa man nabiyyuka? Wa mâ dînuka? Wa mâ qiblatuka? Wa mâ imâmuka? Wa man ikhwânuka? Mayoritas ulama dari mazhab Syafi'i dan mazhab Hanbali

Sebagian ulama lain, termasuk mazhab Hanafi dan sebagian ulama kontemporer, menganggap talqin setelah penguburan tidak memiliki dasar hadis shahih yang kuat dari Nabi SAW maupun praktik langsung dari para sahabat utama (Khulafaur Rasyidin). Argumen kelompok ini:

adalah anjuran untuk mengingatkan atau melazimi mayit yang sudah selesai dikubur dengan kalimat syahadat atau kalimat tauhid. Tujuannya agar kalimat terakhir yang melekat di hati dan pendengaran mayit adalah kalimat tauhid sebelum ia menghadapi pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir.

يَا (......) بِنْ / بِنْتِ (.......) اذْكُرِ الْعَهْدَ الَّذِيْ خَرَجْتَ عَلَيْهِ... Ya (Nama Mayit) bin/binti (Nama Orang Tua), udzkuril 'ahdal-ladzii kharajta 'alaihi... wa annallaha yab'atsu man fil qubuur.

Setelah inti talqin dibacakan, biasanya dilanjutkan dengan doa pembuka pintu ampunan () dan surat-surat pendek seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas (Tahlil) untuk dihadiahkan pahalanya kepada almarhum. Bacaan Talqin Mayit (Teks Arab, Latin, dan Arti)

: Dilakukan setelah liang lahat ditutup sempurna dengan tanah.

"Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad utusan Allah. Semoga Allah menguatkanmu dengan ucapan yang teguh di dunia dan di akhirat." Referensi

Dibacakan di depan jenazah untuk mengingatkan janji syahadat, kebenaran surga-neraka, dan kebangkitan.

merupakan amalan sunah yang sarat makna spiritual. Tujuannya mulia: mengingatkan saudara seiman yang telah meninggal agar siap menghadapi pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir. Dengan membaca teks talqin yang benar (sesuai Arab, latin, dan arti), serta mengikuti tata caranya, kita telah berbuat kebajikan kepada mayit.